Oleh-oleh Dari Yogyakarta:

LASKAR FARIDA XI IPS 3
27 Januari 2009, pukul 05.00 Wajah wajah ceria muncul satu persatu dibawah remang-remang cahaya shubuh di depan sekolah smantie tercinta. Hiruk pikuk mencari nomor bis tak terelakan lagi, koper dan tas gede-gede ditenteng, didorong persis seperti para TKI yang akan pesiar ke luar negeri. 05.30, bis 3 yang dihuni gank IPS 3 penuh sudah, pasukan merahkah atau pasukan apakah, kita belum tau nama kerumunan ini. Lambaian tangan-tangan mungil menandakan keberangkatan kami untuk study tour Bandung-Yogyakarta. Tanda-tanda kekompakan dan kecerian serta kebersamaan kami mulai muncul saat Tour Leader (Pemandu Wisata) memperkenalkan diri. “Halo teman-teman, nama saya Indri, panggil saja Teh Indri” ujar TL itu, yang kebetulan perempuan. Sorak sorai, gemuruh, siulan dan sajabana sontak terdengar dari mulut nakal IPS 3, tak terkecuali Yoga Slamet, yang sebenarnya anak pendiam. Tak lupa guru pendamping pun turut tersenyum simpul, termasuk penulis. Disela-sela perjalanan kami berbagi makanan bawaan masing-masing, penulis terhenyak ketika ada sekantung lontong isi daging dengan ukuran “super besar” dengan jumlah yang banyak dibagikan oleh salah seorang siswa. Ternyata setelah tiga kali dibagikan kepada seluruh isi bis tetap saja tak habis, maklumlah yang membawa lontong super ini adalah “Si Boss”, begitu siswa IPS 3 memanggil sang pembawa lontong ini.
Perjalanan menuju UNPAD Jatinangor seolah tak terasa. Pukul 09.15 kami tiba di depan Kafetaria UNPAD Jatinangor. Rombongan IPS kami bagi menjadi 2 kelompok besar, untuk masuk ke FISIP dan Fakultas Sastra. Selesai materi di dalam rungan, anak-anak berlarian menuju ruang-ruang perkuliahan, labiratorium yang diperkenalkan oleh Mahasiswa yang cantik-cantik dan pandai berbahasa Jepang dan Pancis, maklum aja kan mereka mahasiswa sastra. Tak lupa berpose ria untuk berfoto-foto di depan fakultas dan di setiap kesempatan, hingar bingar kembali terasa. Tepat pukul 13.00 kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Pulo, dan kini siswa sduah berganti dengan balutan pakaian kelas masing masing yang membuat suasana semakin ceria. Pukul 14.00 kami tiba di Kampung Pulo, siswa kembali ceria dan penuh harap, karena sebelum kami menapakkan kaki di Kampung Pulo kami secara berkelompok harus menaiki rakit yang dihuni masing-masing 25 orang. 5 menit kemudian kami menginjakan kaki di Kampung Pulo, di luar dugaan siswa kami begitu antusias meluncurkan berbagai pertanyaan kepada sesepuh kampung (Kuncen) mengenai sejarah dan kehidupan sosial masyakat Kampung Pulo. Selesai mendapat penjelasan dari sang Kuncen, kami menyebar ke segala sudut di Kampung Pulo, ada yang wawancara, jajan bakar jagung, lihat-lihat dan tawar tawar oleh-oleh ciri khas kampung pulo, walaupun kebanyakan dari kami tak membelinya. Demikan dengan guru-guru berkumpul bersenda gurau kesana-kemari, termasuk mencandai Ibu Dra. Khodijah yang kebetulan menjadi “Bintangnya Pembimbing” kali ini. Kesibukan di sekolah kami lupakan sejenak, tawa ngakak dan tepingkal-pingkal bahkan ada yang sakit perut karna kebanyakan ketawa tak terelakan. Walaupun kami masih betah di kampung Pulo, terpaksa harus kami tinggalkan karna harus meneruskan perjalanan menuju persinggahan Makan Malam di Tasikmalaya. Pukul 18.00 kami sampai di rumah makan SR, nampak kegiatan sekarang terarah pada urusan pribadi masing-masing. Ada yang mandi sore, cuci muka saja, ada yang nongkrong aja sambil kami menunggu maghrib tiba dan santap malam. Kegiatan di SR kami rampungkan sampai pukul 20.30. dan setelah itu kami berangkat kembali menuju Yogyakarta. Seperti biasa sepanjang jalan kami bernyanyi ria dari lagu pop, rock, dangdut, lagu anak-anak, jinggle iklan, bahkan lagu nasional dan tak ketinggalan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, yang diakhiri tawa ngakak lucu. Kira-kira pukul 00.00 sunyi senyap mulai terasa, ada yang ngorok, manyun dan lain-lain. Akhirnya kami tiba dipersinggahan sebelum masuk Yogyakarta, tetapnya di Resto Ambar Ketawang, untuk kegiatan esok pagi. Udah dulu yah ceritanya, saya ngantuk, pegel mau tidur dulu udah malam. Kasian si Ibu udah 4 malam ditinggal. Cerita ini mah jangan mau tau yah.
Daaaaaaaah
Zzzzzzzzzzzzzzzzzzz!!!!!
Bersambung ……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s