GURU YANG BERPRINSIP

GURU YANG BERPRINSIP

Oleh;

Olih Solihudin, SS

Guru Sosiologi SMA Negeri 3 Kota Sukabumi

Menurut Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, “Seven Habits of Highly Effective People”, dalam bukunya yang lain “Principle Centered Leadership”, digambarkan bagaimana pemimpin yang berprinsip itu memiliki kriteria tertentu. Kriteria atau ciri-ciri pemimpin yang berprinsip ini tentu bukan hanya cocok bagi mereka yang menduduki jabatan stategis sebagai elite politik atau pemimpin perusahaan saja. Hal ini tentu bisa kita terapkan dalam dunia pendidikan, khususnya bagi mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan termasuk didalamnya guru selaku manager di dalam kelas.

Covey menekankan bahwa kesuksesan, baik pribadi maupun organisasi, tidak dapat diraih secara instan. Kesuksesan harus datang dari kesadaran sendiri dengan berdasarkan pada apa yang dipahami dan diyakini untuk menjadi prinsip yang tak tergoyahkan. Dengan demikian guru yang berprinsip memusatkan kehidupan dan proses kegiatan pembelajaran pada prinsip-prinsip utama yang benar sesuai dengan prinsip yang dikemukanan Covey.

Mengadopsi teorinya Stephen R. Covey setidaknya ada delapan ciri-ciri guru yang berprinsip.

1. Terus belajar.
Guru yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuannya. Seorang guru harus menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Guru belajar dari pengalaman ketika melakukan proses pembelajaran. Ketika menemukan kekurangan pada proses pembelajaran tadi, maka sudah sewajarnya kembali mempelajari apa yang kurang pada dirinya. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan agar betul-betul menjadi guru yang diharapkan oleh peserta didiknya.

2. Berorientasi pada pelayanan.
Guru yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karier. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani siswa secara maksimal. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, guru harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih demi keberhasilan siswa.

3. Memancarkan energi positif.
Ketika tampil di dalam ataupun di luar kelas, secara fisik, guru yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan, ceria dan bahagia, tidak membawa permasalahan pribadi ke dalam kelas. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi siswa yang dibimbing setiap hari. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai fasilitator, bahkan memotivasi siswa untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi konstruktif.

4. Mempercayai orang lain.
Guru yang berprinsip mempercayai siswa. Mereka yakin siswa mempunyai potensi yang belum tampak pada siswa. Tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi yang dialami oleh seorang siswa. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan siswa, tetapi mencoba memperbaikinya dengan berbagai jalan yang positif sehingga mereka tidak menjadi putus asa.

5. Hidup seimbang.
Guru yang berprinsip bukan seorang yang stagnan, melainkan terus belajar agar hidup seimbang. Sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakannya. tidak berlebihan, mampu menguasai diri dan bijak dalam menilai siswa. Pada akhirnya guru yang berprinsip akan bertindak jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan, terlebih ketika ditanya oleh siswa, dan pertanyaan itu diluar jangkauan pengetahuan guru. Maka guru harus berani memperbaiki diri dari segala kelemahan tersebut. Seorang guru melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.

6. Melihat hidup sebagai sebuah petualangan.
Guru yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini sebagai sesuatu yang baru. Siap menghadapinya karena rasa aman datang dari dalam diri, bukan dari luar. Guru menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin berkembang.

7. Sinergistik.
Guru yang berprinsip itu sinergistik. Guru merupakan katalis perubahan bagi perkembangan dinamis siswa. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif mengembangkan metode pembelajaran sehingga diminati siswa. Dalam proses pembelajaran guru menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.

8. Berlatih untuk memperbarui diri.
Guru yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Guru terus memperbarui diri secara bertahap, belajar dari kesalahan sehingga dapat mengembangkan potensi diri. Dengan demikian akan membuat diri dan karakter guru kuat, sehat dengan keinginan memberikan pelayanan prima terhadap siapapun yang bersentuhan dengannya.

Pada akhirnya jika kedelapan prinsip itu melekat dalam kegiatan keseharian guru, maka proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan(PAKEM) akan terlaksana dengan baik, dan bukan suatu hal yang mustahil pada suatu saat nanti kita akan memiliki generasi penerus bangsa yang memiliki kecerdasan fisik, mental dan spriritual yang seimbang, sehinggaakan memperkokoh jati diri bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s