BAGAIMANA KELUAR DARI KESULITAN

BAGAIMANA KELUAR DARI KESULITAN

BY: OLIH SOLIHUDIN, SS



[2.286]. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang telah diciptakan Allah dibanding dengan ciptaan-ciptaannya yang lain. Kadang kita tidak menyadari bahwa kita telah diberikan berbagai potensi yang ada pada diri, serta yang ada disekitar kita. Terlebih ketika berada dalam kesusahan, akal sehat kadang menjadi terlupakan, sehingga segala potensi diri menjadi tidak terberdayakan sesuai dengan anugerah Allah SWT, yang ada adalah resah dan gelisah, kebimbangan bahkan keputusasaaan.

Lantas bagimana agar kita tetap berada pada petunjuk Alllah SWT dan keluar dari segala kesusahan yang ada sedang kita alami, ayat 286 Surat Al Baqoroh merupakan jawaban yang sangat komprehensip untuk menghadapi segala keputusasaan itu. Agar kita segera keluar dari kesusahan maka beberapa hal dibawah ini harus mudah-mudahan menjadi jalan keluarnya:

  1. Meyakini bahwa Allah tidak akan memberikan beban kepada manusia diluar kemampuan manusia itu sendiri.
  2. Kita harus menyadari bahwa apa yang terjadi merupakan hasil dari perbuatan kita sendiri, yang baik ataupun buruk.
  3. Senantiasa menghisab diri apa yang telah kita perbuat
  4. Memohon pengampunan kepada Allah SWT
  5. Mendekatkan diri kepada Allah dengan Dzikir dan Doa
  6. Senantiasa optimis atas usaha yang kita laksanakan

Barangkali benar kata para A’lim bahwa “guru terbaik adalah sejarah”. Dengan ini kita bisa memaknai hidup dari berbagai ibrah yang telah dialami oleh orang lain atau kita sendiri. Ketika kita berbuat kesalahan untuk yang pertama kali, maka kita harus kembali kepada kebenaran hakiki dari Allah SWT, dan jangan mengulang kembali kesalahan yang sama. Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, tetapi manusia yang bijak adalah belajar dari kesalahan itu dan memperbaikinya di masa yang akan datang.

Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s